Search This Blog

Friday, February 25, 2011

Hacker Day 2009

Hackers Day ialah kegiatan tahunan InfoKomputer yang diadakan pada 7 November 2009 lalu. Apa saja yang dikupas pada ajang kumpul hacker tersebut?

Dalam dunia persilatan, kita mengenal ilmu hitam dan ilmu putih. Ilmu hitam identik dengan tindakan menyimpang, sementara ilmu putih cenderung mengarah ke tindakan yang terpuji.

Analogi di atas agaknya cocok jika diberikan kepada penyusupâ dunia maya. Hacker, awalnya diidentikkan dengan kalangan yang senang mencuri data diam-diam atau bahkan mengubah source code pada program/aplikasi tertentu dengan tujuan mendapatkan keuntungan pribadi dan merugikan pihak lain. Namun itu dulu. Kini banyak kok, hacker yang justru menggunakan keahliannya demi menumpas cyber criminal. InfoKomputer mengupas permasalahan tersebut melalui seminar bertajuk Hacking & Security Conference yang diadakan bertepatan dengan IndoComtech pada 7 November 2009 lalu. Apa saja yang dikupas pada ajang kumpul hackertersebut?

Budi Rahardjo: Data Pribadi Kita ialah Harta Karun
Salah satu topik teknologi informasi (TI) yang paling menonjol saat ini adalah perangkat digital yang semakin mengecil. Contohnya notebook yang berevolusi menjadi netbook. Peranti semacam ini pun kian sering dijadikan tempat penyimpanan data dan informasi pribadi. Akibatnya muncul berbagai macam serangan untuk mendapatkan "harta karun" tersebut, istilahnya: phishing. Motifnya tak lain adalah uang. Selain bahaya tersebut, ancaman standar seperti malware dan spam juga tidak kalah subur. Sayang, perhatian konsumen TI masih kurang memadai terhadap bahaya-bahaya semacam itu. "Untuk menangani ancaman malware lokal, kita butuh data statistik dari masyarakat," tukas Budi. Inilah yang sedang ia lakukan bersama teman-temannya yang tergabung dalam ID-CERT (Indonesia Computer Emergency Response Team).

Ahmad Muammar: Pemanfaatan BlackBerry Masih Kurang Optimal
Penyerangan pada BB, dikatakan Ahmad, tidak ada kaitannya dengan operator selular yang digunakan oleh korban (pengguna BB). Masalahnya adalah mayoritas operator di Indonesia memang lepas tangan dalam hal keamanan pada perangkat BB tersebut. Pengguna BB sendiri dibagi menjadi dua, yaitu BlackBerry Internet Service (BIS) dan BlackBerry Enterprise Server (BES). Nah, khusus di Indonesia, pengguna BB lebih condong ke BIS.Di ruangan ini saja hanya ada dua pengguna BES, ujar Ahmad menjelaskan seusai acara. Ironis memang. Kasarnya, Indonesia hanya dijadikan pasar oleh para penjual BB yang memanfaatkan demam Facebook dan Twitter. Banyak di antara para pengguna tersebut bahkan tidak pernah mengeksplorasi keistimewaan BB miliknya, seperti push e-mail dan wireless messaging.

Muqorrobien Ma™arufi (Anvie): AVI-3 Bakal Semakin Tangguh Membasmi Virus
Kabar gembira bagi Anda pengguna komputer Mac OS. Majalah InfoKomputer per Januari 2010 akan merilis Anti-Virus InfoKomputer (AVI) versi anyar, AVI-3, untuk Mac sekaligus merayakan HUT InfoKomputer yang ke-23 tahun. Dengan demikian, AVI menjadi satu-satunya antivirus lokal yang mampu berjalan lintas platform. Anvie, sang pembuat, juga mengupas beberapa feature mutakhir yang bakal terdapat di AVI-3. Antara lain pengaturan level scanning, otomatisasi aksi, dan anti-rootkit. AVI-3 pun hadir dengan antarmuka yang lebih segar dan sistem proteksi behavior-based. "Selain itu, versi terbaru AVI mampu diatur untuk penggunaan pada server, sehingga komputer lain yang terhubung bisa memerbaharuisignature cukup dengan koneksi lokal," urainya.

Anselmus Ricky: Banyak Cara Menjebol Facebook
Tidak hanya sistem PC atau Blackberry, Facebook pun tidak lepas dari celah keamanan. Anselmus Ricky, seorang hacker muda yang punya nama beken th0r, menunjukkan beberapa kasus kejahatan cyber di jejaring sosial ini. Kasus paling umum ialah menyusup akun orang tanpa izin dengan mengetahui password yang bersangkutan. "Menu bantuanforgot password sebetulnya sangat rawan dipakai pihak tak bertanggung jawab. Bahkan Sarah Palin (mantan calon wapres AS) juga pernah menjadi korban," ujar th0r. Kiat lain yang ia singgung misalnya injeksi skrip XML, pembajakan URL, dan penyalahgunaan URI (Uniform Resource Identifier). Pada kesempatan ini, th0r juga mengungkap fakta menarik tentang populernya game online di Facebook. "Sekitar 30% pendapatan Facebook kini disumbangkan oleh Zynga, pengembang game populer Farmville dan Sorority Lives," tuturnya.

Gildas Deograt: Kualitas SDM lebih Penting Dibanding Teknologi
"Jangan percaya 100% kepada konsultan dan aplikasi keamanan internet," demikian Gildas Deograt mewanti-wanti. Menurutnya, lembaga riset semacam Gartner cenderung tidak objektif dan menguntungkan pihak tertentu secara komersial. Begitu pula dengan standar ISO yang fungsi sesungguhnya hanyalah mengatrol tingkat kepercayaan pihak luar. Inilah yang ia sebut sebagai IT Security Illusion, perasaan aman yang dimiliki pengguna internet akibat pengaruh trik pemasaran vendor dan konsultan TI. Menurut Gildas, kewaspadaan dan pelatihan admin dan staf TI lebih penting dibanding teknologi yang digunakan. "70% kasus bobolnya jaringan disebabkan faktor manusia. Makanya, sisihkan dana lebih besar untuk pendidikan SDM yang bergerak di bidang keamanan jaringan, minimal 3% dari anggaran TI," saran Gildas.

Eko Indrajit: Jangan Cuma Jago Menyerang
Eko memaparkan urgensi pendidikan terhadap "satpam" jaringan. Kemampuan dalam menahan gempuran dari luar ia anggap masih rendah. Ia bercerita, di Brazil pernah diselenggarakan kompetisi keamanan, alih-alih kompetisi hacking seperti di Indonesia. Di situ, peserta dibekali sebuah PC yang kemudian diserang tim panitia. Peserta yang paling lama memertahankan keamanan komputernya jadi pemenang. "Itu sebabnya hacker lokal cuma pandai menjebol sistem, tapi lemah kalau disuruh sebaliknya," kata Ketua Eksekutif ID-SIRTII ini. "Paradigma tersebut harus kita ubah, dari jago menyerang menjadi jago bertahan," simpulnya. Sebagai kata penutup, Eko mengajukan bidang keamanan sebagai prioritas pembangunan dunia TI Indonesia. "Kita sudah terbukti jago hacking, jago membuat virus. Artinya potensi di bidang itu ada dan sangat besar," pungkasnya.

Di balik Intek Core i5

Informasi tentang prosesor mereka dengan fabrikasi 32 nm sudah beredar beberapa bulan silam. Kini Intel sudah mulai memasarkan prosesor dengan proses fabrikasi 32 nm tersebut.
Core i5 661
Walaupun masih mengenakan nama Core i5, Core i5 661 (kode nama Clarkdale) sebenarnya memiliki perbedaan yang tidak terlalu banyak dengan Core i5 terdahulu yang menggunakan nama sandi (code name) Lynnfield. Perbedaan yang paling terlihat adalah Core i5 661 merupakan sebuah prosesor dual-core sedangkan Core i5 750 merupakan prosesor yang memiliki empat inti (quad-core sebagaimana prosesor lainnya yang tergabung dalam jajaran prosesor bernamasandi Clarkdale). Selain itu, inilah prosesor pertama yang berhasil mengintegrasikan pengolah grafis ke dalam “rumah” prosesornya. Selebihnya adalah sama karena baik Lynnfield maupun Clarkdale masih dibangun di atas arsitektur Nehalem.
Seperti yang terlihat pada tampilan fisik prosesor baru ini, di balik IHS-nya terdapat dua buah inti, yang satu adalah inti prosesor, sementara satunya lagi adalah inti dari pengolah grafisnya.


Keistimewaan
Ya, inilah keistimewaan prosesor 32 nm terbaru dari Intel, lengkapnya simak tabel berikut ini:
Model
Kecepatan
Cores/ Threads
Turbo Boost
L3 Cache
Dukungan Memori (DDR3)
Kecepatan Pengolah Grafis Terintegrasi
TDP
Core i5-670
3,46 GHz
2/4
3,73 GHz
4 MB
1333 MHz
733 MHz
73 W
Core i5-661
3,33 GHz
2/4
3,60 GHz
4 MB
1333 MHz
900 MHz
87 W
Core i5-660
3,33 GHz
2/4
3,60 GHz
4 MB
1333 MHz
733 MHz
73 W
Core i5-650
3,20 GHz
2/4
3.46 GHz
4 MB
1333 MHz
733 MHz
73 W
Core i3-540
3,06 GHz
2/4
-
4 MB
1333 MHz
733 MHz
73 W
Core i3-530
2,93 GHz
2/4
-
4 MB
1333 MHz
733 MHz
73 W
Pentium G6950
2,80 GHz
2/2
-
3 MB
1066 MHz
533 MHz
73 W
Dengan diletakkannya pengolah grafis di dalam prosesor, secara tidak langsung jumlah inti prosesor akan berkurang karena ditempati oleh inti pengolah grafis tersebut. Namun untuk tetap memiliki kinerja yang dapat diandalkan, Intel membekali jajaran Clarkdale ini dengan kemampuan Hyper-Threading dan Turbo Boost (kecuali untuk Clarkdale “junior” seperti Core i3/tanpa Turbo Boost dan Pentium G6950 yang juga memiliki L3 Cache paling kecil).
Core i5 661 yang kami uji di sini memiliki keistimewaan tersendiri. Jika Anda perhatikan tabel, Core i5 661 memiliki kecepatan pengolah grafis tercepat dibandingkan saudaranya. Hal tersebut juga berdampak pada TDP-nya yang juga lebih tinggi di antara prosesor Clarkdale lainnya.
Pengolah grafisnya sendiri adalah sebuah Intel GMA dengan dukungan DX10 yang secara spesifikasi mirip dengan GMA X4500 yang terintegrasi di chipset Intel G41.

Perbandingan Kinerja Core i5 661 dengan Core i5 750 serta Grafis Core i5 661 dengan Intel G41
Pada pengujian, InfoKomputer menggunakan sistem dengan spesifikasi berikut:
Prosesor
Core i5 i5-750 (2,67 GHz)

Core i5 i5-661 (3,33 GHz)

Core 2 Duo E7300 (3,33 GHz)
HSF
Intel box standard cooling
Motherboard
MSI P55-GD80
Intel DH55TC
ASRock G41M-S
Memori
Kingston DDR3-1066 1GB (SPD) x 2
Kingston DDR2-800 1GB (SPD) x 2
VGA
Asus Radeon HD 4870 512MB
Intel Integrated Graphics Media Accelerator
Harddisk
Seagate 7200.11 320GB SATA
Optic drive
LiteOn SOHD-16P9S DVD-ROM 16x
PSU
SilverStone OP700
     
Di sini kami melakukan dua macam uji. Yang pertama adalah pengujian kinerja murni prosessor yakni Core i5 661 vs Core i5 750. Yang kedua adalah kinerja grafis terintegrasi antara Core i5 661 vs Intel G41.
Sebagai sistem operasi, kami gunakan Windows Vista Ultimate SP2. Ada pun aplikasi uji kami adalah:
- PCMark Vantage Pro 1.0.1.0
- Sisoft Sandra 2009 SP4
- Expression Encoder 3 3.0.1332.0 (video encoding)
- dBpoweramp 13.3 (audio encoding)
- Sysmark 2007 Preview 1.05 (image rendering)
- Cinebench R10 (3D content creation)
- 3DMark Vantage Pro 1.0.1 (performance preset)
- Stalker : Clear Sky Benchmark (3D gaming)
PCMark Vantage Pro 1.0.1.0
Deskripsi: PCMark Vantage sebagian besar menggunakan aplikasi-aplikasi bawaan Windows Vista. Software ini dibagi atas 3 suite: PCMark Suite, Windows Vista Consumer Scenario Suites, dan HDD Suite. Yang digunakan dalam uji ini adalah PCMark Suite yang mewakili sistem secara keseluruhan.
Hasil: Meskipun Core i5 661 memiliki kecepatan yang lebih tinggi, sepertinya Core i5 750 masih diuntungkan dengan banyaknya inti prosesor yang dimilikinya.
Core i5 750
5069
Core i5 661
4619

Sisoft Sandra 2009 SP4
Deskripsi: SiSoftware Sandra 2009 merupakan penganalisa sistem berbasis Windows. Proses benchmark kami lakukan untuk uji CPU dari sisi arithmatic dan multimedia. Pada modul Benchmarks juga terdapat pilihan bernama Memory Bandwidth. Bila dijalankan, Memory Bandwidth ini akan mengukur bandwidth memori utama sistem. Pengujian ini dibagi menjadi 2, Integer dan Float. Sebagai catatan, ini merupakan pengujian sintetis (tidak menggunakan aplikasi nyata), sehingga belum tentu hasilnya sejalan dengan aplikasi nyata..
Hasil: Sama seperti pada PCMark Vantage, i5 750 masih unggul atas i5 661 pada beberapa pengujian teoritis oleh SiSoft Sandra.

Core i5 750
Core i5 661
Dhrystone iSSE4.2
59,83 GIPS
41,65 GIPS
Whetstone iSSE3
34,29 GFLOPS
35,49 GFLOPS
Multimedia Int x8 iSSE4.1
95,57 Mpixel/s
73,32 Mpixel/s
Multimedia Float x4 iSSE2
59,48 Mpixel/s
56,69 Mpixel/s
Multimedia Double x2 iSSE2
30,33 Mpixel/s
31,29 Mpixel/s
RAM Int Buffered iSSE2
12,59 GB/s
10,55 GB/s
RAM Float Buffered iSSE2
12,55 GB/s
10,54 GB/s

Expression Encoder 3 3.0.1332.0
Deskripsi: Dengan bantuan software ini, kami mengkonversi sebuah file video dengan ekstensi avi menjadi ekstensi wmv.
Hasil: Pada uji encoding video, Core i5 750 masih diuntungkan dengan empat inti yang dimilikinya. Perbedaan kinerjanya cukup jauh.
Core i5 750
419 detik
Core i5 661
508 detik

dbPowerAmp 13.3
Deskripsi: Mengukur kinerja prosesor dalam melakukan konversi audio
Hasil: Untuk pertama kalinya, di sini Core i5 661 unggul atas Core i5 750. Tampaknya, program konversi ini lebih mementingkan kecepatan dibandingkan jumlah inti prosesor.
Core i5 750
101 detik
Core i5 661
81 detik

Sysmark 2007 Preview 1.05
Deskripsi: Software uji yang bertujuan mengukur kinerja sebuah sistem secara keseluruhan. Pengujian dilaksanakan menggunakan aplikasi-aplikasi nyata dan populer beserta model penggunaan yang dinilai mewakili sebagian besar pengguna. Aplikasi yang digunakan antara lain Windows Media Encoder 9, Photoshop CS2, Word 2003, dan 3DS Max 8.0. SYSmark 20 07 Preview dibagi atas 4 skenario penggunaan yakni: E-Learning, Video Creation, Office Productivity, dan 3D Modeling. Masing-masing menunjukkan kinerja sistem pada skenario penggunaan bersangkutan. Sementara hasil Rating SYSmark 2007 Preview menunjukkan kinerja sistem secara keseluruhan.
Hasil: terlihat bahwa Core i5 661 unggul atas Core i5 750 pada beberapa tes dan pada akhirnya keluar sebagai prosesor yang lebih cepat pada uji Sysmark 2007 ini. Lagi-lagi, sepertinya kecepatan i5 661 banyak membantu dalam aplikasi yang belum benar-benar mampu memanfaatkan multi-core.

Core i5 750
Core i5 661
E-Learning
179
195
VideoCreation
205
187
Productivity
118
120
3D
184
200
Rating
168
172

Cinebench R10
Deskripsi: Software ini didasarkan pada Cinema 4D – software animasi yang banyak digunakan pada studio dan rumah produksi dalam pembuatan content 3D. Cinebench R10 menguji kinerja sistem dalam me-render konten 3D. Pengujian yang digunakan dikhususkan pada rendering menggunakan prosesor multi-core .
Hasil: Seperti dugaan, jika aplikasi mampu menggunakan kemampuan multi-core secara optimal, i5 750 dengan empat intinya maju di depan meninggalkan i5 661.
Core i5 750
10708 CB-CPU
Core i5 661
8679 CB-CPU

3DMark Vantage Pro 1.0.1 (performance preset)
Deskripsi: Bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sebuah sistem DirectX 10 dalam menjalankan game 3D. 3DMark memang tidak menggunakan aplikasi nyata (game 3D sebenarnya). Namun tool ini memiliki sejumlah prinsip yang membantunya memenuhi tujuannya tersebut. Di sini grafis terintegrasi milik Core i5 661 diuji dan dibandingkan dengan solusi grafis terintegrasi yang ada di chipset.
Hasil: Nilai yang diperoleh cukup jauh selisihnya, kami menduga hal ini disebabkan pada sistem yang digunakan (prosesor dan memori) berpengaruh pada hasil keseluruhannya.
Core i5 661
P473
Core 2 Duo E7300+G41
P71

Stalker : Clear Sky Benchmark
Deskripsi: Uji kinerja 3D Gaming yang dikeluarkan resmi oleh pengembang game ini. Tool benchmark ini sudah mendukung DX10 secara penuh.
Hasil: Di sinilah terlihat perbedaan kinerja yang cukup nyata antara kedua pengolah grafis terintegrasi. Berbekal kecepatan yang lebih tinggi, Intel GMA pada Core i5 661 mengungguli kartu grafis yang terdapat pada G41.
Core i5 661
5,77fps
Core 2 Duo E7300+G41
2,29fps



Kesimpulan
Dari hasil uji, prosesor Core i5 661 memiliki kinerja yang cukup kompetitif dibandingkan dengan Core i5 750. Dengan clock speed yang tinggi serta kemampuan Hyper-Threading, dampak dari hilangnya 50% jumlah inti tidak terlalu besar. Kemampuan pengolah grafisnya memang belum bisa diandalkan untuk gaming serius (walaupun kecepatannya cukup tinggi), tetapi lebih dari cukup untuk penggunaan sehari-hari. Solusi pengolah grafis terintegrasi ini juga merupakan nilai tambah yang menarik karena kini dengan jajaran Clarkdale, solusi all-in-one computing dapat terwujud menjadi lebih ringkas.
(Karuna - Kontributor)